Andai Aku seorang Presiden
Andai ku seorang presiden, itulah kata-kata yang dikatakan setiap orang untuk berusaha mengubah negara yang sudah bobrok ini. Dan mereka menganggap kalau diri mereka sendiri itulah yang paling benar, padahal seharusnya kita harus mendengar saran dan kritik dari orang lain untuk mengintropeksi diri kita. Oleh karena itu saat saya menuliskan tulisan ini, saya meminta maaf kalau ada kesalahan kata. Dan saya mengharapkan saran dan kritik dari anda para pembaca.
Dan ini lah saya jika menjadi seorang presiden. Jika saya terpilih pada pemilu demokratis kedepan menjadi presiden di negara ini, tidak banyak hal yang dapat saya lakukan, karena pengetahuan saya tidak mencukupi untuk memimpin suatu negara karen hal itu merupakan amanah yang sangat besar sekali, oleh karena itu saya akan melakukan satu hal, yaitu mengundurkan diri.
Saya melakukan hal itu karena tidak kuat. Bayangkan saja, ketika saya menjadi presiden maka masalah yang terjadi pada presiden sebelumnya yaitu “warisan-warisan” masalah akan jatuh ke tangan ku dan harus saya selesaikan. Tentu hal itu akan memberatkanku karena saya ini termasuk orang yang malas, oleh karena itu tindakan mengundurkan diri adalah tindakan yang sangat tepat.
Contoh “warisan”nya adalah masalah piutang yang sangat besar. Saya berpikir, kalau saya menjadi presiden maka saya harus menanggung utang yang sangat besar tersebut. Tentu walaupun saya orang yang sangat kaya, saya tidak akan mampu untuk membayar semuanya. Kalau saya bebankan utang tersebut kepada menteri saya maka tidak akan ada yang mau menjadi menteri saya. Dan kalu saya bebankan utang tersebut kepada masyarakat, saya juga kasian karena masyarakat sudah menderita ditambah beban yang sangat berat lagi. Oleh karena itu saya akan mengundurkan diri. Anda tau sendiri kan bagaimana susahnya atau beratnya menjadi presiden? Tapi kenapa banyak orang yang ingin menjadi presiden? Tanya kenapa?
Tapi apabila masyarakat tetap menginginkan saya untuk menjadi presiden, saya tidak bisa menolak karena negara ini negara demokrasi. Dan apabila hal itu telah terjadi maka satu hal yang akan saya lakukan yaitu “talk less do more” hal itu lah yang akan saya lakukan untuk mengatasi masalah negara kita ini. itulah sifat saya ketika menjadi presiden, malas, cuek, dll. Tapi apabila anda tetap memilih saya unytuk jadi seorang presiden maka saya akan berusah sebisa saya untuk menjadi presiden yang Adil, Bijaksana, dll. Sekian opini saya tentang “apabila saya menjadi seorang presiden”. Ini ceritaku apa ceritamu?


maju terus kawan..
BalasHapusartikel yang baguss....
monggo mampir ke blog sy jg ya :
http://rachmatarif.blogspot.com
Good, good, good!
BalasHapus