Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

GG Manchester United!!

Glory Glory Manchester United. Itulah lagu yang dinyanyikan para penggemar United ketika United sedang merayakan kejayaannya. Tetapi pada saat ini, musim ini tepatnya United banyak kehilangan pemain terbaik mereka yang gantung sepatu. Contohnya saja G. Neville, Paul Scholes, dan Edwin Van Der Sar. Dan pada musim ini Ryan Giggs juga tidak bisa bermain secara reguler karena umurnya yang sudah 38 tahun. Dan juga pada musim ini banyak cedera yang menghinggapi para punggawa United. Alhasil, United terhempas dari liga Champions dan terjungkal di Piala Carling.

Tetapi apakah anda ingat pada tahun 2006? Dan pada tahun 1998? Pada Tahun itu United juga terjungkal di Liga Champions dan hanya memenangkan satu gelar yaitu piala liga. Itu dikarenakan para pemain United masih muda dan perlu mematangkan diri merka sendiri. Setelah pada saat itu, padah tahun 1999, ketika Beckham, Giggs, dkk sudah matang hasil diperoleh oleh United. Yaitu treble winners. Dan pada tahun 2007-2010 United juga mendapatkan banyak gelar setelah Cristiano Ronaldo sudah matang. Seperti 3 gelar BPL dan treble winners pada tahun 2009.

Oleh karena itu, pada tahun ini kita menunggu kematangan dari seorang Chicarito, Young, Nani, Jones, Anderson, Cleverler dkk. Dan semoga pada tahun-tahun selanjutnya United dapat mengembalikan kejayaannya. So keep trust on Sir Alex Ferguson. GGMU!!

Citizens VS the young gunner

Nanti malam semua mata akan tertuju ada Etihad stadium yang menggelar pertandingan big match di BPL (British Premier League). Tuan Rumah the Citizen vs the Young Gunners. Pertandingan ini adalah ajang pembuktian bagi the Citizen yang sedang terluka karena gagal melaju ke lanjutan liga champions dan pekan lalu mengalami kekalahan pertama di BPL. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas seorang nahkoda tim yaitu Mancini untuk mengobati rasa sakit itu dan kembali ke jalur kemenangan. Dan untuk Arsenal, pertandingan ini adalah kesempatan mereka untuk kembali sebagi the big four. Berbeda dengan Manchester City yang sedang terluka, Arsenal datang ke Etihad dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak pernah kalah dalam 7 laga di BPL

Pertandingan pada malam nanti juga akan sarat gengsi dan emosi. Di lini depan akan terjadi pertarungan yang sangat luar biasa antara dua top scorer sementara di Inggris yaitu Sergio Aguero (Man. City) yang sudah mencetak 11 gol dan Robin Van Persie (Arsenal) yang sudah membobol gawang lawan sebanyak 15 kali. Pertandigan di lini depan akan ditopang oleh lini mildfielder, jagoan Man. City adalah Nasri dan Silva yang akan bertarung habis-habisan oleh jagoan Arsenal, yaitu Arteta dan Walcott. Di lini belakang juga tidak kalah seru, duet antara Kompany dan Lescott akan beradu kuat dengan keganasan Mertersecker dan Vermalen. Di penjaga gawang Man. City lebih unggul dengan adanya Joe Hart. Tetapi Scezny dari Arsenal juga tidak boleh diremehkan



Dan selamat menonton pertandingan yang sangat luar biasa ini yang akan ditayangkan di Global TV 18 Desember 2011 pada pukul 22.00

Minggu, 04 Desember 2011

Bye Garry Speed

Gary Andrew Speed (8 September 1969 - 27 November 2011) merupakan seorang pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Wales. Dia pernah bermain di klub utamanya seperti Leeds United, Everton, Newcastle United, Bolton Wanderers dan Sheffield United. Dia mencapai puncak karirnya saat dia membela newcastle United, bersama Alan Shearer, mereka saling bahu-membahu untuk menjadikan Newcastle United menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di negara Inggris. Kiprahnya di tim nasional Wales juga sangat luar biasa, 85 caps telah ditorehkannya. Kemudian setahun yang lalu dia gantung sepatu.

Mantan gelandang Leeds United, Everton, dan Newcastle United yang kini berusia 42 tahun itu ditemukan dalam keadaan gantung diri pada Minggu pagi lalu waktu setempat di rumahnya di Huntington, Chester, Inggris.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah Speed tampil dalam acara televisi BBC One Football Focus dan berbicara dengan sesama tokoh sepak bola lainnya.

Polisi mengatakan tidak ada tanda-tanda pembunuhan terhadap mantan pemain Bolton Wanderers dan Sheffield United itu. Komentator cabang olahraga kriket Sky Sports, Ian Botham, mengatakan dunia sepak bola kehilangan duta besar yang hebat. Sebagai sahabat, Botham merasa sangat terpukul oleh kematian Speed.

"Saya bersamanya beberapa pekan lalu. Kami bermain golf. Ia menikmati permainannya. Di bawah penanganannya, (tim sepak bola) Wales bermain bagus. Segalanya tampak baik-baik saja," kata Botham.

Namun Botham menambahkan bahwa semua orang tidak akan pernah tahu apa yang ada dalam diri manusia, "Dan mungkin tekanan yang dialaminya."

Pada Desember tahun lalu Speed terpilih menggantikan John Toshack sebagai Manajer Wales. Untuk itu Asosiasi Sepak Bola Wales harus membayar kompensasi kepada Sheffield United. Sebab, di klub yang kini sudah turun dari Liga Primer ke Liga Championship itu Speed juga belum lama menjabat sebagai manajer.

Dalam debutnya sebagai manajer tim nasional, Speed membuat Wales menang dan kalah masing-masing lima kali. Kepemimpinannya banyak membawa perubahan. Empat kemenangan datang dari lima penampilan terakhir. Tim itu hanya tidak beruntung ketika kalah 0-1 oleh Inggris di Wembley.

"Ia berhasil membawa Wales tampil lebih menjanjikan pada masa mendatang," kata rekannya ketika membela Wales sebagai pemain, Mark Bowen. Speed membawa gaya bermainnya yang selalu penuh semangat ketika malang melintang di Liga Inggris saat membesut tim nasionalnya.

"Ia pandai bicara, cerdas, dan manusia yang baik. Yang terpenting, keluarga mendukungnya," ucap Botham menambahkan.

Karena itu kabar soal bunuh diri Speed mengagetkan. Bukan cuma klub Inggris dan rekan-rekannya seperti kiper Aston Villa, Shay Given, dan gelandang Liverpool, Craig Bellamy, yang berduka, tapi juga para politikus.


Menteri Pertama Wales Carwyn Jones mengatakan, "Saya sangat sedih mendengar kematian Gary Speed. Ini pasti masa sulit buat keluarganya." Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengungkapkan kesedihannya yang mendalam saat mendengar kabar kematian Speed, yang dihormati di dua negara itu sebagai pemain maupun manajer.

R.I.P (Race In Peace) Marco


 Marco Simoncelli (lahir di Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987 – meninggal di Sepang, Malaysia, 23 Oktober 2011 pada umur 24 tahun) adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia, dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Pembalap berambut gondrong ini pernah berselisih dengan Dani Pedrosa dan juga Jorge Lorenzo. Perselisihan itu tak lepas dari perangai Simoncelli yang garang dan terkesan ugal-ugalan di sirkuit MotoGP. Akibatnya, ia pernah menyebabkan Dani Pedrosa absen selama beberapa pertandingan gara-gara cedera. Simoncelli juga pernah hampir menjatuhkan Jorge Lorenzo.Tapi di luar semua itu karir Simoncelli juga begitu mentereng, dia mampu bertarung dengan pembalap yang lebih tenar dengan sangat baik. inilah sedikit biografi tentang Marco "Super Sic" Simoncelli

Simoncelli mengawali karirnya di dunia balap motor profesional, ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Tahun 2001 ia pun hengkang ke ajang European 125cc dan mengamankan titel juara di tahun 2002. Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. Selama tiga tahun ia kemudian berlaga di kelas 125cc, namun ia hanya mampu meraih hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2005. Naik ke kelas 250cc ia menjadi satu-satunya pembalap tim Gilera yang mampu menunjukkan hasil terbaik di ajang ini. Yaitu menjadi juara dunia di tahun 2008. Hasil ini membuat tim Gresini Honda tertarik untuk merekrutnya di ajang MotoGP pada tahun 2010 lalu. Ia pun mampu memperlihatkan hasil yang bagus sebagai pembalap rookie. Hasil terbaik yang bisa ditorehkan oleh pembalap asal Italia itu, adalah posisi keempat di MotoGP Portugal 2010.

Tapi naas perjalan karir Simoncelli harus berhenti di tengah jalan karena kematian. Simoncelli meninggal dunia di Sirkuit Internasional Sepang pada tanggal 23 Oktober 2011 karena kecelakaan yang dialaminya saat GP Malaysia 2011. Simoncelli terlibat kecelakaan bersama Colin Edwards dan Valentino Rossi saat berada di posisi keempat pada putaran kedua. Simoncelli terjatuh ketika sedang berbelok di tikungan ke-11 Sirkuit Sepang dan tertabrak oleh motor Edwards. Edwards juga terjatuh namun hanya mengalami patah tulang bahu, sementara Simoncelli berbaring diam di lintasan sesaat setelah kecelakaan dengan helmnya terlepas dalam insiden itu. Sementara itu, Rossi hanya sedikit kehilangan keseimbangan dan dapat melaju pelan ke pit-stop. Setelah insiden tersebut, perlombaan dihentikan dan Simoncelli langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Sepang. Pada pukul 16.56 waktu setempat, Simoncelli dinyatakan meninggal dunia karena luka serius yang dideritanya. Kemudian, dalam jumpa pers direksi balapan MotoGP, kepala medis, Michele Macchiagodena, menyatakan bahwa Simoncelli mengalami luka serius di kepala, leher, dan dada dan sempat diberi perawatan CPR selama 45 menit sebelum akhirnya meninggal.

Semoga apa yang telah dilakukannya dapat membawa berkah dan semoga keluarga yang ditinggalkannya mendapatkan kekuatan. Selamat jalan Simoncelli, kau akan selalu terkenang dalam dunia balap. RACE IN PEACE, MARCO!